Home > Tentang NTDTV > Sejarah dan Visi

Sejarah dan Visi

Sejarah dan Visi

 

NTDTV memulai siaran satelitnya di Amerika Utara pada bulan Februari 2002. Kemudian, pada April 2004, ia menjadi jaringan televisi berbahasa mandarin pertama yang independen, menyiarkan program tanpa sensor ke daratan China. Saat ini, siaran satelit telah beroperasi 24 jam, meliputi wilayah Asia, Eropa, dan Australia, dalam berbagai bahasa.

 

Di awal abad ke 21, pasar media berbahasa mandarin di dunia perlahan-lahan dikuasai oleh media-media yang dikontrol oleh pemerintah asing. Kondisi ini dirasakan sangat kuat oleh beberapa kelompok masyarakat keturunan Tionghoa didalam negri,yang mempunyai kesamaan pengalaman. Cerita mereka, tentang ketidak-adilan dan penganiayaan yang mereka terima di China, tidak pernah bisa dimuat di media berbahasa mandarin.

 

Banyak komunitas-komunitas Tionghoa yang juga memiliki keinginan kuat untuk mendapatkan sumber informasi tentang China yang jujur, serta tidak disensor, dimana suara komunitas mereka dapat didengar; mereka semua menginginkan alternatif. Pada tahun 2001, sebuah kelompok yang terdiri dari para profesional dan pebisnis, secara kebetulan bertemu dalam sebuah latihan meditasi damai Falun Gong. Mereka menelurkan sebuah ide tentang jaringan televisi berbahasa mandarin yang independen, serta menjadi pelopor. Sekarang, NTDTV telah didukung oleh lingkup luas pemirsanya, komunitas Tiongkok, LSM, serta penonton setia di daratan China.

 

Pendiri NTDTV mempunyai sebuah visi untuk menyumbangkan suara murni kepada komunitas global Tionghoa, serta menjadi sumber informasi dan pengetahuan yang terpercaya, bagi perkembangan dan kesuksesan orang-orang Tionghoa diseluruh dunia.

 

Sebagai contoh, pada bulan Februari 2003 NTDTV menjadi media pertama yang menyiarkan berita mengenai epidemi SARS di daratan China, mengulasnya selama 3 minggu penuh, bahkan sebelum partai komunis China secara resmi mengakui adanya kekacauan tersebut.1

 

Federasi Jurnalis Internasional menggambarkan NTDTV sebagai stasiun TV yang "telah memiliki reputasi internasional dengan liputannya yang cepat dan objektif, mengenai politik, ekonomi dan budaya." sejak pendiriannya di tahun 2001.2

 

Atas usahanya, NTDTV digambarkan oleh Senat AS sebagai "pelopor" dan "jantung hidup informasi yang unik" bagi masyarakat Tionghoa.3 Uni Eropa juga mengutarakan pendapat yang sama dalam hal ini, dengan menyatakan bahwa "NTDTV sangat unik ditengah-tengah stasiun televisi lain, dalam membawakan informasi mengenai isu internasional dan regional, beragam debat, dan melaporkan keadaan di China kepada pemirsa Tionghoa, tanpa sensor dan dengan bahasa mereka sendiri."4

 

NTDTV berusaha meliput berita mengenai isu-isu penting, tidak hanya kepada pemirsa Tionghoa, tetapi juga kepada pemirsa di seluruh dunia dengan budaya dan bahasa yang berbeda. Kedepannya, NTDTV berambisi untuk meningkatkan program internasionalnya di tahun-tahun berikutnya.

 

 

1 Editorial "REVIEW & OUTLOOK: Not a Pretty Dish." The Wall Street Journal Eropa, 17 Maret 2005.

 

2 "IFJ Raps Eutelsat Over Ban on Chinese Network: 'Censorship and a Craven Sacrifice of Principle.” “Federasi Jurnalis Independen.” 15 Maret 2005. Online: http://www.ifj.org/default.asp?index=3015&Language=EN

 

3 Surat Dear Colleague, dikirim oleh Senator AS kepada Presiden George W. Bush, 20 Mei 2005.

 

4 Surat kepada Giuliano Berretta, Kepala dan CEO dari perusahaan Prancis Eutelsat, ditandatangani oleh 75 anggota Parlemen Eropa. Tertanggal 10 Maret, 2005.